Situs Deposit Pulsa Tanpa Potongan


Ada 1.058 Telepon ke Hotline Kasus Novel, Belum Ada Info Signifikan

Ada 1.058 Telepon ke Hotline Kasus Novel, Belum Ada Info Signifikan


Ada 1.058 Telepon ke Hotline Kasus Novel, Belum Ada Info Signifikan - Kasus teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan sudah 264 hari berlalu. Namun, hingga awal tahun 2018 ini polisi belum berhasil mengungkap pelakunya.

Bahkan Polda Metro Jaya telah menerima 1.058 penelepon melalui hotline. Namun dari ribuan penelepon itu belum ada informasi yang cukup signifikan untuk ditindak lanjuti polisi.

"Kita mendapatkan 1.058 laporan di hotline itu, ada 700 sekian telepon dan 300 sekian SMS. Jadi yang namanya untuk telepon tetap kita telepon kembali, untuk SMS juga tetap kita kirim," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/1/2018).  AGEN CASINO TERBAIK 


Argo menyampaikan, sejauh ini polisi belum mendapatkan informasi yang cukup berarti dari penyediaan hotline tersebut. Akan tetapi, polisi masih terus bekerja untuk mengungkap siapa pelaku di balik teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu.

"Sampai sekarang belum dapat informasi yang signifikan, tetapi penyidik masih terus bekerja untuk mengungkap siapa sih yang melakukan," imbuh Argo.AGEN BOLA TERPERCAYA

Informasi yang masuk melalui hotline, tidak cukup signifikan berkaitan dengan dugaan pelaku. Argo menyebutkan, rata-rata penelepon atau pengirim SMS itu hanya untuk iseng dan 'ngetes' polisi saja.

"Ada yang menanyakan sejauh mana perkembangan kasus itu, kemudian ada juga yang cuma iseng-iseng," sambungnya.

Ada pula yang menyarankan polisi untuk menggunakan paranormal dalam mengungkap kasus tersebut. Tetapi Argo menyampaikan, hal itu tidak mungkin dilakukan karena polisi bekerja berdasarkan alat bukti.
"Enggak lah (pakai paranormal), polisi kan (bekerja) sesuai dengan bukti-bukti di lapangan saja," tutur Argo.

Penyiraman air keras terhadap Novel itu terjadi pada 11 April 2017. Saat itu, Novel baru saja pulang dari masjid di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara usai melaksanakan salat subuh.

Polisi menduga ada dua orang pelaku menggunakan sepeda motor. Mereka menyiramkan air keras ke wajah Novel yang mengakibatkan terluka parah di mata kirinya. Sampai saat ini Novel masih menjalani perawatan di Singapura.



Sumber  :  News.Detik

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.