Jadi korban perkosaan, gadis di Bogor meninggal akibat depresi
Korban digilir bergantian oleh para pelaku yang berjumlah delapan orang di salah satu rumah kosong di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, akhir Juni 2018 lalu. AGEN CASINO KAISAR88
Tragis bagi keluarga FN. Mereka baru mengetahui anak gadisnya menjadi korban pemerkosaan setelah dia meninggal. AGEN BOLA KAISAR88
Polisi yang menerima laporan dari keluarga korban, langsung bergerak melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Hasilnya, tujuh orang pelaku diamankan. Sementara satu orang masih diburu petugas alias DPO (daftar pencarian orang).
Ketujuh pelaku yang telah diamankan berinisial ISH (15), ARN (14), MR (18), MDF (20), RS (22), N (22), A (22).
Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky mengatakan, korban meninggal akibat mengalami depresi berat. Dia mengungkapkan, keluarga korban baru mengetahui anaknya menjadi korban pemerkosaan setelah teman korban menceritakan kejadian tragis itu.
"Satu minggu setelah kejadian (perkosaan) itu, korban mengalami gangguan psikis. Korban tidak mau makan, kondisinya semakin drop. Dari situ pihak keluarga merasa curiga," katanya di Mapolres Bogor, Jumat (13/7).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dia mengungkapkan, para pelaku sudah merencanakan memerkosa korban. Dicky menjelaskan, FN dijemput oleh salah satu pelaku yang dikenalnya korban kemudian dibawa ke rumah kosong di daerah Citeureup.
"Korban dijebak. Di dalam rumah itu sudah ada teman-teman pelaku yang lain. Dalam waktu dekat kasus ini segera dilimpahkan ke Kejaksaan. Mereka sudah ditetapkan tersangka," tegasnya.
Lanjutnya, dua dari tersangka pemerkosaan itu masih di bawah umur. Sebab itu, polisi akan menjeratnya dengan Pasal Undang-undang Perlindungan Anak.
"Kita kenakan Pasal 81 Undang-undang 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman paling lama 15 tahun penjara. Kita lapis juga dengan Pasal KUHP," tutup Dicky.
Sumber : Merdeka.com



Post a Comment