Situs Deposit Pulsa Tanpa Potongan


Cerita Kepala BPK Babel Korban Lion Air, Wafat Sepekan Sebelum Hari Ulang Tahun

Cerita Kepala BPK Babel Korban Lion Air, Wafat Sepekan Sebelum Hari Ulang Tahun


Cerita Kepala BPK Babel Korban Lion Air, Wafat Sepekan Sebelum Hari Ulang Tahun-  Jenazah korban pesawat Lion Air PK-LQP, Harwinoko sudah dimakamkan di Cimahpar, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/11/2018) malam. Namun, suasana duka masih menyelimuti kediaman keluarga Harwinoko di Jalan Palayu Raya, Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor.AGEN CASINO TERBAIK

Seusai pemakaman para pelayat masih terus berdatangan. Sejumlah karangan bunga dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga tampak di rumah duka.

Harwinoko merupakan salah satu korban yang berhasil teridentifikasi tim DVI Polri, Minggu siang kemarin. Almarhum meninggal di usia 54 tahun, sepekan sebelum hari ulang tahunnya yang jatuh 5 November atau hari ini.AGEN POKER INDONESIA TERBESAR

"Harusnya hari ini adik saya ulang tahun ke-55," kata kakak Harwinoko, Harry Pradjitno, Senin (5/11/2018).
Agen Bola Casino Poker Terbesar Terbaik Terpercaya
Namun dirinya belum mengetahui yang direncanakan kedua anak dan istrinya untuk merayakan ulang tahun Harwinoko ke-55. "Kalau itu saya tidak tahu. Tapi biasanya ketemu, makan-makan," ucap dia.AGEN BOLA TERPERCAYA

Akan tetapi Tuhan berkehendak lain, pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 Bandara Soekarno Hatta-Pangkalpinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada 28 Oktober 2018 pagi. Dia hilang bersama 187 penumpang lainnya.

"Kita semua syok mendapat kabar itu. Karena Harwinoko itu sama adik, kakaknya sangat sayang. Sama keluarganya juga begitu," terang Harry.

Selama ini, keluarga tidak memiliki firasat akan terjadi musibah menimpa Harwinoko. Sebab, sudah dua tahun ini almarhum sudah biasa pulang pergi ke Pangkalpinang, bertugas di BPK perwakilan Bangka Belitung (Babel).

Ada kenangan yang tidak pernah ia lupakan. Dia bercerita, sekitar dua tahun lalu, Harwinoko menjanjikan akan memberi sebuah batu akik. Namun setelah beberapa bulan berlalu, janjinya belum juga dipenuhi.

"Saya bilang, dek, kamu tuh janji (ngasih batu akik). Tapi kapan?," ucap Harry.

Almarhum yang menjabat sebagai Kepala BPK perwakilan Bangka Belitung langsung memenuhi janjinya, terbang menemui kakaknya di Jakarta.

"Dia sengaja pulang dari Babel untuk ngasih batu. Saya senang, ternyata yang dikasih batu meteor. Di daerah sana kan terkenalnya batu meteor," kenang Harry.

Atas kejadian ini, keluarga mengaku ikhlas dan menganggap kejadian jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP sebagai musibah. Apalagi, pihak maskapai Lion Air pun sudah bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat itu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.